Sabtu, 05 November 2011

Hama dan Penyakit pada Koi

Penampilan Koi yang cantik dan menawan haruslah didukung juga dengan kesehatan Koi itu sendiri. Koi yang sehat akan terlihat bersih dan cerah, serta bergerak aktif sehingga dapat menambah keindahannya. Faktor-faktor yang dapat memicu terjangkitnya penyakit pada koi antara lain, pemeliharaan yang kurang baik, kualitas air yang buruk, perubahan temperatur yang drastis, faktor lingkungan, dan faktor-faktor lainnya.Berikut adalah beberapa jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang koi.

Fishlice / Kutu Ikan
Kutu seperti Argulus dan Ergasilus yang biasa menyerang ikan dapat juga menempel pada kulit koi. Kutu ikan tersebut dapat menimbulkan bintik-bintik merah pada kulit dan dapat pula mengakibatkan terjadinya infeksi pada koi. Untuk mengobati koi yang terkena kutu ikan, dapat dilakukan dengan memberi Demilin ( dosis 1gr/ton air) ataupun dengan menggunakan Masoten (dosis 0,3-0,5gr/ton air). Selain itu, dapat juga dilakukan pencelupan larutan Kalium Permanganat (PK) dengan dosis 10-20mg/liter air selama 30 menit.

Anchor Worm / Kutu Jarum
Kutu jarum yang menyerang tubuh koi akan menghisap darah dan cairan tubuh koi. Panjang kutu jarum sekitar 5-10cm dan mudah dilihat terutama pada suhu air diatas 15°C. Koi yang terserang kutu jarum biasanya sering meloncat ke permukaan air atau menggesekkan tubuhnya ke dinding atau dasar kolam.
Pengobatan biasanya dilakukan dengan mencabut kutu jarum dari tubuh koi menggunakan pinset, dan luka bekas kutu yang dicabut diolesi dengan yodium tincture. Untuk membunuh larva kutu, taburkan Masoten dengan dosis 0,3-0,5gr/ton air ke dalam kolam. yang dilakukan sekitar 2-3 kali selama 2 minggu.

Fin Rot
Disebabkan oleh bakteri flexibacter collumnaris dan dapat menyebabkan kematian koi. Pada koi yang terinfeksi, sirip ekor dan ujung-ujung sisiknya rusak. kadang dapt juga terjadi pendarahan di sirip.
Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat yang mengandung Nifurpirinol, Nitrofurazone, Phenoxyetanol, Chloramine, dan Benzalkonium klorida.

White Spot Disease
Penyakit white spot yang disebabkan Ichthyopthyrius multifilis dapat juga menyerang koi. Gejala yang timbul berupa bintik-bintik kecil warna putih berukuran sekitar 1mm di bagian sirip sampai insang. Koi yang terinfeksi akan sering menggosok-gosokkan tubuhnya ke dinding kolam karena rasa gatal. Lama kelamaan akan menyebabkan kematian ikan yang terinfeksi.
Pengobatan bisa dilakukan dengan memberi garam sekitar 5kg/ton air selama 6 hari. Suhu air di atas 25°C juga dapat menolong pemberantasan penyakit ini.

Koi Herpes Virus / KHV
Koi yang terserang KHV akan terlihat lesu dan muncul bintik putih di insang. Lama-kelamaan, kulit dan ekor akan terlihat memerah. KHV dapat menyebar dengan cepat antar koi dan hingga saat ini belum ada metode pengobatan yang efektif. Sebagai tindakan pencegahan, dapat dilakukan dengan menjaga linkungan kolam agar tetap bersih dan sehat.

Aeromonas
Gejala yang muncul pada koi yang terinfeksi adalah sisik yang terlihat membengkak dan sering terangkat. Jenis penyait ini tidak fatal dan dapat disembuhkan. Pengobatan dilakukan dengan melakukan karantina dan merendam koi dengan antibakteri Biotac dosis 10ml/1000 liter air.

Parasit Lernaea
Parasit lernaea atau cacing jangkar dapat menyerang seluruh bagian tubuh, bahkan sampai pada insang koi. Lernaea menyerap cairan dalam tubuh koi sehingga koi melemah. Pada kondisi yang sudah parah koi bisa mengalami kematian.
Parasit lernaea gampang berkembang biak, sehingga jika seekor koi terserang lernaea dan tidak segera ditanggulangi maka akan menyebar ke koi-koi lainnya. Serangan parasit lernaea jumlah sedikit pada seekor koi bisa dicabut dan bekas gigitannya yang berdarah diolesi dengan obat merah. Jika serangan sudah menyebar, maka dapat diobati menggunakan larutan formalin berkonsentrasi 25 ppm selama 10 menit dengan pengulangan 2-3 kali setiap 2 hari sekali dengan cara pemandian.

Jamur
Jamur sering menyerang koi terutama pada kondisi kolam yang kotor. Koi yang sakit karena parasit lain seperti kutu ikan juga beresiko ditumbuhi jamur. Jamur umumnya kelihatan seperti lapisan kapas yang tipis. Jamur akan menyerap cairan tubuh ikan sehingga koi akan semakin kurus dan akhirnya dapat menyebabkan kematian. Pada kondisi yang lemah tidak jarang koi juga terserang parasit / penyakit lainnya.
Penganggulangan jamur bisa dilakukan dengan larutan NaCl (garam dapur) dengan konsentrasi 1,5-2,5% dengan pencelupan. Buang bulu-bulu halus jamur dengan mengolesnya memakai kapas yang diberi obat merah. Langkah berikutnya adalah memandikan ikan yang sakit dengan larutan mona-furacin.

Mata Berkabut (Cloudy Eye)
Penyakit mata berkabut ditandai dengan memutihnya selaput mata ikan. Permukaan luar mata tampak dilapisi oleh lapisan tipis berwarna putih. Penyebab umum penyakit ini adalah kualitas air yang buruk, terutama air yang memiliki kadar amonia tinggi. Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya mata berkabut antara lain, infeksi sekunder, produksi lendir berlebihan akibat reaksi terhadap serangan protozoa parasit, nilai pH air yang tidak sesuai, keracunan (klor/kloramin), pemberian obat-obatan yang tidak sesuai, atau kekurangan vitamin (khususnya vitamin A, B, dan C). Gejala mata berkabut kadang juga disertai dengan exophtalmia (pop eye/mata menonjol), malaise, atau iritasi.

Penyakit gelembung renang
Penyebab penyakit gelembung renang terjadi karena pembengkakan usus yang menekan gelembung renang. Pembengkakan usus biasa terjadi karena salah makan, misalnya pemberian makanan yang mudah mengembang seperti roti. Bisa juga disebabkan usus yang tidak mampu mencerna makanan.Semua ini menyebabkan penimbunan lemak yang mampu merusak fungsi gelembung renang dan koi bertingkah aneh. Selama ini belum ada obat yang bisa menolong koi dari penyakit gelembung renang. Satu-satunya jalan adalah dengan menghindari makanan yang mudah mengembang dan banyak mengandung lemak. Juga hindarkan agar koi tidak mengalami pergoncangan suhu yang drastis